10 KASUS PEMECATAN PELATIH TERANEH DI DUNIA SEPAKBOLA

Sepakbola bisa menjadi bisnis yang mencekik leher pelatih, pemilik dan para fans klub ingin segera melihat hasil nyata dan filosofi sepakbola yang dimainkan. Didalam era sepakbola modern ini, beberapa pelatih terlihat akan segera mengepak tas mereka.

Hal ini terutama berlaku di Liga Premier, dimana sang pemilik tampak senang dan biasanya terjadi kasus pemecatan beberapa pelatih setiap tahunnya. Kini, pelatih pelatih terkenal seperti Manuel Pellegrini, Arsene Wenger, Brendan Rogers, Alan Pardew, Harry Redknapp dan Mauricio Pochettino sedang berada dibawah tekanan yang sangat besar dan tampaknya tak terelakkan lagi jika nasib mereka berada di ujung tanduk.

Ada sejumlah kasus pemecatan pelatih teraneh dalam beberapa tahun terakhir dan tampaknya ini mencerminkan sebuah gagasan bahwa lebih mudah untuk menyalahkan seorang pelatih daripada seorang pemain. Satu atau dua pertandingan yang gagal tampaknya dapat menjamin terjadinya kasus pemecatan sehingga menyebabkan sejumlah pelatih berbakat harus kehilangan pekerjaan mereka padahal kejadian tersebut bukanlah murni kesalahan mereka.

Beberapa pelatih bahkan harus rela menganggur ketika mereka telah melakoni musim yang sukses, tetapi ternyata sang pemilik ingin mengarahkan klub ke arah yang berbeda.

Siapa yang akan menjadi berikutnya, tentu itu adalah pertanyaan yang besar? Apakah pemerintahan Arsene Wenger akan berakhir? Akankah Liverpool memecat Rodgers meskipun dirinya hampir memenangkan semuanya musim lalu? Atau, akankah Daniel Levy menekan tombol bom waktu sekali lagi dan melihat Spurs dilatih pelatih lain? Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran dapat hilang dari dunia sepakbola, dan ketika pelatih menunjukkan iman maka kemungkinan timnya bisa bermain dengan lebih konsisten.

Dan inilah 10 kasus pemecatan pelatih teraneh di dunia sepakbola, diantaranya adalah :

1. Vicente Del Bosque (dipecat Real Madrid pada tahun 2003)

Memenangkan 6 trophi selama 4 musim terdengar seperti melakukan pekerjaan yang dilakoni dengan baik bukan? Namun hal tersebut tidak berlaku di Real Madrid, mereka memecat pelatih legendaris asal Spanyol hanya satu hari setelah ia memandu timnya hingga kejuaraan liga ke 29-nya.

Selama masa bertugas, Vicente Del Bosque memenangkan 2 Piala Eropa, 2 gelar La Liga, 1 Piala Super Eropa dan Piala Antarklub bagi Real Madrid. Konon ia dipecat karena dinilai terlalu santai dan memiliki gaya anti konfrontatif-nya sehingga mengakibatkan masalah disiplin dalam jajaran skuad Madrid. Bagaimanapun juga, Del Bosque adalah sosok yang dicintai oleh para pemain dan fans.

2. Roberto Di Matteo (dipecat Chelsea pada tahun 2012)

Pemecatan Di Matteo membuat seluruh penggemar sepakbola di seluruh dunia terkejut dan dinilai kejam. Di Matteo mengambil alih Chelsea sebagai juru kunci setelah The Blues memecat Andre Villas-Boas. Selama 8 bulan bertugas, ia memimpin Chelsea memenangkan gelar Liga Champions dan Piala FA pada tahun 2012.

Semua langsung berpikir jika prestasi tersebut akan membuat Di Matteo menjadi anak kesayangan sang pemilik klub, namun yang terjadi justru sebaliknya, ia harus dipecat oleh Abramovich pada bulan November 2012.

3. Harry Redknapp (dipecat Tottenham pada tahun 2012)

Selama 4 tahun bertugas di White Hart Lane, Harry Redknapp berhasil membawa Spurs mencapai kualifikasi pertama mereka di Liga Champions hingga menuju perempatan final. Itu merupakan sejarah Spurs yang tak terlupakan dan salah satu perputaran terbesar sepanjang masa, namun pada tahun 2012, secara mengejutkan Redknapp dipecat.

Usut punya usut, ternyata pihak klub terlalu berambisi untuk mendapatkan posisi 4 agar tetap lolos ke Liga Champions. Setelah Redknapp dipecat, keadaan Spurs tidak pernah membaik dan mereka harus kehilangan beberapa pemain kunci.

4. Carlo Ancelotti (dipecat Chelsea pada tahun 2011)

Klub sebesar Chelsea pasti berharap untuk memenangkan trophi setiap musimnya, Ancelotti datang dan memegang kemudi The Blues lalu berhasil mempersembahkan trophi ganda di musim pertamanya, dimana mereka memenangkan Liga Premier dan Piala FA. Ternyata, gelar trophi ganda tersebut tidak membuat Chelsea senang.

Ancelotti pun harus dipecat oleh Abramovich dan lebih naasnya lagi, ia harus dipecat sang pemilik sebelum pertandingan terakhir mereka di musim 2011 selesai.

5. Manuel Pellegrini (dipecat Real Madrid pada tahun 2010)

Manuel Pellegrini keluar dari pekerjaannya di tahun 2010 dan Real Madrid memberikan jalan bagi Jose Mourinho untuk mengambil alih kursi kepelatihan. Pellegrini tidak mungkin telah memenangkan piala tahun itu, tetapi ia telah membantu timnya memimpin klasemen La Liga dengan luar biasa yaitu 96 poin.

Ia berhasil membawa Real Madrid memenangkan 18 dari 19 pertandingan terakhir mereka dan terpaut hanya 3 poin dari Barcelona. Hasil yang mengesankan memang, tetapi Real Madrid lebih memilih Mourinho untuk melatih skuadnya musim depan. Pellegrini kemudian melanjutkan kemampuannya di Malaga dan sekarang, Manchester City.

6. Chris Hughton (dipecat Newcastle pada tahun 2010)

Chris Hughton melakukan pekerjaan yang fantastis dengan mengubah Newcastle menjadi klub terkemuka dan stabil sejak dirinya mengambil alih kursi kepelatihan pada tahun 2009. Imbalannya? Ia dipecat pada bulan Desember 2010. Hughton melatih Newcastle untuk berjuang di zona Championship dan menuntun mereka ke Liga Premier.

Newcastle menduduki peringkat 11 di klasemen Liga Premier saat Hughton dipecat. Atas jasanya yang besar, Hughton sangat dicintai oleh para fans dan mereka tampak aneh ketika Hughton harus dipecat dan digantikan oleh Alan Pardew.

7. Leonardo Jardim (dipecat Olympiakos pada tahun 2013)

Nasib baik tampaknya memenuhi karir Jardim diawal tahun 2013, timnya Olympiakos berhasil duduk dengan 10 poin di puncak klasemen dan tak terkalahkan dan mereka juga telah berkembang ke babak 32 besar di Liga Eropa. Sepertinya segala sesuatu berjalan dengan mulus, tapi entah mengapa Jardim dipecat pada akhir Januari.

Meskipun Olympiakos tak terkalahkan di liga, sang pemilik rupanya mengkritik tim karena pola permainan mereka terlihat buruk selama beberapa minggu.

8. Fabio Capello (dipecat Real Madrid pada tahun 2007)

Jika anda seorang pelatih, anda mungkin akan berpikir jika pekerjaan akan menjadi aman jika anda berhasil memimpin tim anda untuk berada di puncak klasemen sementara. Sayangnya bagi Capello, ia harus dipecat pada tahun 2007 setelah Real Madrid baru 11 hari mengangkat trophi La Liga.

Gelar yang dipersembahkan oleh Capello membuat Real Madrid telah memenangkan 3 musim berturut-turut. Alasan pemecatan? Taktik Capello tidak menghibur sang pemilik Real Madrid. Capello hanya melatih Real Madrid selama 1 tahun diatas kontrak berdurasi 3 tahun.

9. Nigel Adkins (dipecat Southampton pada tahun 2013)

Hal ini tampaknya sangat kejam, terutama yang dialami oleh mantan pelatih The Saints Nigel Adkins yang tampil mengesankan bersama Southampton. Ia membawa The Saints mendominasi League One dan mencapai Liga Premier. Di bawah Adkins, Southampton bermain 124 kali dan membukukan 67 gol. Namun ia harus dipecat ketika timnya kalah memalukan dari Chelsea pada bulan Januari 2013.

10. Sam Allardyce (dipecat Blackburn pada tahun 2010)

Allardyce telah menstabilkan tim dan juga membuat tim agar tidak terdegradasi. Dia mengambil alih kursi kepelatihan Blackburn Rovers pada Desember 2008, mengubah keberuntungan mereka dan menjaga mereka untuk mengapun di musim pertamanya. Allardyce menuntun mereka ke peringkat 10 yang sangat terhormat.

Saat klub ini diambil alih oleh Venky Group, mereka pun memecat Allardyce meskipun Blackburn duduk di posisi 13. Alasannya karena mereka ingin ‘menjalankan rencana dan ambisi yang lebih luas’. Hal ini mengejutkan banyak pihak dan Sir Alex Ferguson pun menyatakan jika hal tersebut benar-benar konyol. Sejak saat itu, Rovers harus berjuang keras untuk keluar dari Championship.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *